Alquran adalah kitab pedoman kita umat islam. Kita di wajibkan untuk membaca dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya. Karena, isi dari Alquran itu adalah firman-firman Allah yang tak akan habis masa berlakunya selamanya.
Nah, teman-teman, ada yang sudah khatam Alquran? Tentu pada bilang "sudah dong!" hehe, amiin.. Tapi apakah teman-teman baca terjemahan keseluruhan? Kalau iya, pasti kalian mengalami suatu kejaiban mendadak yang bergejolak di hati (aduh bahasanya :3), seperti yang aku alami. Bahkan aku punya buku khusus untuk mencatat ayat dan terjemahannya itu dengan harapan bisa inget terus sama ayatnya. Naruh HP aja lupa gimana seabrek ayat plus artinya? Hehe. Dan ayat-ayat itu bisa sangat bermanfaat di kondisi-kondisi tertentu.
Semua ayat di Alquran itu memang menggugah hati. Karna setiap kata di situ adalah fakta! Namun, ayat itu benar-benar menggetarkan hati kita tergantung pada kondisi hati kita pada saat itu. Seperti masalah apa yang sedang kita dapatkan, atau bagaimana suasana hati kita pada saat itu.
Ini dia terjemahan ayat-ayat Alquran yang menggetarkan hatiku pada saat itu.. Dan aku yakin masih ada jutaan lagi selain yang aku sebutkan ini.
Az-Zumar ayat 10
"Katakanlah (Muhammad), 'wahai hamba-hambaku yang beriman! Bertaqwalah kepada tuhanmu'. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang di sempurnakan pahalanya tanpa batas"
Aj-Jasiyah ayat 23
"Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuanNya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas pengelihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuksetelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamutidak mengambil pelajaran?"
Al-Hujurat ayat 18
"Sungguh Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan"
Ali-Imran ayat 139
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah,dan janganlah (pula) bersedih hati. Sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman"
An-Nisa ayat 45
"Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu)."
An-Nisa ayat 85
"Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolngan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu"
An-Nisa ayat 114
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami akan memberinya pahala yang besar
Segini dulu. Insya'Allah aku tambah lagi.. Semoga bermanfaat dan menggetarkan hati teman-teman juga :)
Kamis, 18 Juli 2013
Pengembangan ilmu pengetahuan tanpa didasari iman?
Ilmu pengetahuan adalah kebutuhan mutlak semua manusia. Islam pun mengajarkan kita untuk memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Menuntut ilmu di jalan Allah dihitung sebagai ibadah. Bahkan, bilamana kita wafat saat hendak atau setelah menuntut ilmu, maka kita akan mati syahid, yakni meninggal saat berjuang di jalan Allah. Orang yang berilmu pun bisa menjadi amal yang tak henti-hentinya mengalir dalam makam seseorang tatkala Ia telah meninggal, bila dahulu Ia bisa mengamalkan ilmunya, dan memanfaatkan ilmunya untuk menolong orang lain, mengharumkan nama agama Islam, dan seterusnya. Itu semua adalah deskripsi dari orang yang mengembangkan ilmu pengetahuan dengan imannya. Dan senantiasa ia lakukan untuk Allah. Lalu bagaimana bila ia hanya menggunakan akal saja? Waduh, na'udzubillah deh!
Seorang Einstain saja mengatakan bahwa ilmu pengetahuan itu membutuhkan agama agar ada yang mengendalikannya. Kalau tidak, maka ilmu pengetahuan ini akan menjadi mesin pembunuh manusia yang sangat keji. Penemuan senjata biologis yang mampu memusnahkan manusia secara massal adalah salah satunya. Senjata biologis ini bahkan membuat satu pulau tak berpenghuni karena tanahnya mengandung anthrax yang bisa membunuh manusia.
Seorang Einstain saja mengatakan bahwa ilmu pengetahuan itu membutuhkan agama agar ada yang mengendalikannya. Kalau tidak, maka ilmu pengetahuan ini akan menjadi mesin pembunuh manusia yang sangat keji. Penemuan senjata biologis yang mampu memusnahkan manusia secara massal adalah salah satunya. Senjata biologis ini bahkan membuat satu pulau tak berpenghuni karena tanahnya mengandung anthrax yang bisa membunuh manusia.
Pengembangan Ilmu Pengetahuan tanpa Iman dan Hati Nurani
Sumber: http://www.anneahira.com/perkembangan-ilmu-pengetahuan.htm
http://copyjava.blogspot.com/2012/08/foto-foto-bayi-gagal-kloning-mengerikan.html

Penyalahgunaan ilmu pengetahuan seperti kloning itu sendiri sebenarnya telah dinyatakan sebagai sesuatu yang membahayakan. Bayangkan saja, melihat bentuk bayi yang gagal dikloning, pasti akan membuat orang yang masih mempunyai hati nurani akan berteriak. Bayi-bayi itu berbentuk seperti kodok, bayi dengan mata yang sangat besar di bagian dahi, bayi dengan bagian organ dalam terburai, dan lain sebagainya.
ang menjadi bahan percobaan itu tak bersalah. Dengan tanpa rasa kemanusiaan sedikit pun orang-orang yang diberi pengetahuan itu mencoba berbagai hal dalam mewujudkan karya yang menentang alam. Tak, ingatkan mereka kalau bayi-bayi itu adalah calon manusia di bumi. Wakil Allah di bumi! Allah pasti marah dengan semua itu. Sementara waktu memang ada yang berhasil. Tetapi lihatlah hasilnya. Produk kloning itu biasanya tidak mempunyai imunitas tubuh yang bagus sehingga mereka mudah sekali diserang oleh penyakit dan akan mati dalam waktu yang tidak lama.
Kloning ini sendiri merupakan satu pembuahan tanpa menggunakan sperma. Inilah satu hal yang menentang alam. Kalau tanpa sperma, pasti akan ada sesuatu yang salah dengan produk kloning itu. Kejadian yang diluar batas ini telah membuat produk kloning mengalami berbagai komplikasi yang membahayakan. Bahkan ada seekor babi yang diberikan hormon manusia akhirnya tumbuh besar namun lumpuh. Tak usah manusia yang dicoba. Kelinci yang disilangkan dengan ras yang berbeda tidak akan menghasilkan kelinci yang sehat dan dapat bertahan hidup dengan baik.
Orang-orang yang mengaku ilmuwan itu harus belajar ilmu hati dan bagaimana menggabungkan kecerdasan otak dan kecerdasan hati. Mereka tidak boleh serta merta mengatasnamakan pengetahuan dan dengan beraninya melakukan apapun yang bsia mereka lakukan. Bahkan kini terdengar kabar bahwa para ilmuwan dibidang ilmu rekayasa genetika sedang mengupayakan satu teknik yang akan menghasilkan bayi super yang sehat jasmani dan rohani. Seorang bayi yang benar-benar dirancang dengan biaya yang cukup mahal. Bayi dengan bentuk fisik yang diinginkan dan keadaan rohani yang sempurna. Astaghfirullah.. Bukankah Allah yang maha berkehendak menciptakan hambanya?
Pikiran manusia itu memang sangat aneh. Pembentukan kepribadian dianggap sebagai sesuatu yang bisa dirancang jauh sebelum bayi dilahirkan dengan bantuan teknologi. Lalu apa fungsi pendidikan dan pengasuhan orangtua? Kalau dituruti, maka dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, ditakutkan manusia semakin sombong. Padahal seharusnya, semakin tinggi ilmu seseorang, ia akan semakin tahu dengan Tuhannya, yaitu Allah. dan ia akan semakin bertakwa. Sayangnya, semkain maju ilmu pengetahuan yang dimiliki malah terkadang semakin membuat orang tersebut semakin jauh dengan Allah.
Betapa ruginya bila hal ini sampai terjadi. Untuk apa mempunyai pengetahuan yang tinggi tetapi tidak memiliki keimanan. Tanpa iman, pengetahuan yang tinggi itu akan menyesatkan. Kisah Alfred Nobel yang akhirnya menyumbangkan semua hartanya demi pengetahuan dimulai dari ketika ia membaca satu artikel tentang kematiannya sendiri. Artikel itu tentu saja salah. Tetapi membaca apa yang akan dikenang orang tentang dirinya, membuatnya berpikir bahwa pengetahuan yang sebenarnya itu adalah pengetahuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan bukan pengetahuan yang memussuhi atau bahkan membunuh manusia.
Top five medical technology
As well as the globalization take role in human live, including in medical case, the technology in that field also appear fastly. Many medical industry developed an instrument to gain health, such as infra red massage, ortophedic bed, so on, and healthy food addition such as vitamins tablet, until instrument to help doctor threat the patient. And the last instrument is the fastest in development.
Here are the top five medical technology to watch.
(Michael MacRae is an independent writer.)
Here are the top five medical technology to watch.
(Michael MacRae is an independent writer.)
1. Cutting Back on Melanoma Biopsies
With the most deadly form of skin cancer, melanoma, a huge number of dangerous-looking moles are actually harmless, but has always been impossible to know for sure without an invasive surgical biopsy. Today dermatologists have new help in making the right call — a handheld tool approved by the FDA for multispectral analysis of tissue morphology. The MelaFind optical scanner is not for definitive diagnosis but rather to provide additional information a doctor can use in determining whether or not to order a biopsy. The goal is to reduce the number of patients left with unnecessary biopsy scars, with the added benefit of eliminating the cost of unnecessary procedures. TheMelaFind technology (MELA Sciences, Irvington, NY) uses missile navigation technologies originally paid for the Department of Defense to optically scan the surface of a suspicious lesion at 10 electromagnetic wavelengths. The collected signals are processed using heavy-duty algorithms and matched against a registry of 10,000 digital images of melanoma and skin disease.

The ATI Neurostimulator from Autonomic Technologies. Image: ATI-SPG.com
2. Electronic Aspirin
For people who suffer from migraines, cluster headaches, and other causes of chronic, excruciating head or facial pain, the "take two aspirins and call me in the morning" method is useless. Doctors have long associated the most severe, chronic forms of headache with the sphenopalatine ganglion (SPG), a facial nerve bundle, but haven't yet found a treatment that works on the SPG long-term. A technology under clinical investigation at Autonomic Technologies, Inc., (Redwood City, CA) is a patient-powered tool for blocking SPG signals at the first sign of a headache. The system involves the permanent implant of a small nerve stimulating device in the upper gum on the side of the head normally affected by headache. The lead tip of the implant connects with the SPG bundle, and when a patient senses the onset of a headache, he or she places a handheld remote controller on the cheek nearest the implant. The resulting signals stimulate the SPG nerves and block the pain-causing neurotransmitters.

The Symphony tCGM biosensor from Echo Therapeutics. Image: EchoTX.com
3. Needle-Free Diabetes Care
Diabetes self-care is a pain—literally. It brings the constant need to draw blood for glucose testing, the need for daily insulin shots and the heightened risk of infection from all that poking. Continuous glucose monitors and insulin pumps are today's best options for automating most of the complicated daily process of blood sugar management – but they don't completely remove the need for skin pricks and shots. But there's new skin in this game. Echo Therapeutics(Philadelphia, PA) is developing technologies that would replace the poke with a patch. The company is working on a transdermal biosensor that reads blood analytes through the skin without drawing blood. The technology involves a handheld electric-toothbrush-like device that removes just enough top-layer skin cells to put the patient's blood chemistry within signal range of a patch-borne biosensor. The sensor collects one reading per minute and sends the data wirelessly to a remote monitor, triggering audible alarms when levels go out of the patient's optimal range and tracking glucose levels over time.

The Telemedicine System from InTouch Technologies. Image: InTouchHealth.com
4. Robotic Check-Ups
A pillar of health reform is improving access to the best health care for more people. Technology is a cost-effective and increasingly potent means to connect clinics in the vast and medically underserved rural regions of the United States with big city medical centers and their specialists. Telemedicine is well established as a tool for triage and assessment in emergencies, but new medical robotsgo one step further—they can now patrol hospital hallways on more routine rounds, checking on patients in different rooms and managing their individual charts and vital signs without direct human intervention. The RP-VITA Remote Presence Robot produced jointly by iRobot Corp. and InTouch Health is the first such autonomous navigation remote-presence robot to receive FDA clearance for hospital use. The device is a mobile cart with a two-way video screen and medical monitoring equipment, programmed to maneuver through the busy halls of a hospital.

The Sapien transcatheter aortic valve from Edwards Lifesciences. Image: Edwards.com
5. A Valve Job with Heart

The Sapien transcatheter aortic valve from Edwards Lifesciences. Image: Edwards.com
The Sapien transcatheter aortic valve is a life-saving alternative to open-heart surgery for patients who need new a new valve but can't endure the rigors of the operation. Manufactured byEdwards Life Sciences (Irvine, CA), theSapien has been available in Europe for some time but is only now finding its first use in U.S. heart centers—where it is limited only to the frailest patients thus far. The Sapien valve is guided through the femoral artery by catheter from a small incision near the grown or rib cage. The valve material is made of bovine tissue attached to a stainless-steel stent, which is expanded by inflating a small balloon when correctly placed in the valve space. A simpler procedure that promises dramatically shorter hospitalizations is bound to have a positive effect on the cost of care.
Rabu, 17 Juli 2013
Universitas Muhammadiyah Malang menuju kampus wisata !
Malang (Antara Jatim) - Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, dalam waktu dekat ini segera berubah menjadi kampus wisata yang ditandai dengan pengambilalihan Taman Rekreasi Sengkaling yang berlokasi tidak jauh dari kampus tersebut.
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Muhajjir Effendi di Malang, Senin, mengakui jika Taman Rekreasi Sengkaling (TRS) yang sebelumnya dikelola oleh PT Bentoel itu sudah diambilalih (take over) oleh UMM.
"Desain jangka panjang kita memang ingin mewujudkan UMM menjadi kampus wisata. Pengambilalihan TRS ini juga kami jadikan sebagai modal dasar untuk menjadi kampus wisata yang tetap berbasis pada pendidikan," tegas Muhajjir.
Menurut dia, untuk saat ini manajemen masih ditangani sepenuhnya oleh manajemen TRS yang lama, namun secara perlahan dan bertahap juga akan dikelola secara mandiri tanpa mengabaikan manajemen lama.
Ke depan, lanjutnya, TRS tersebut juga akan menjadi salah satu penopang keuangan (pendapatan) bagi UMM, disamping University Inn UMM, Book Store, UMM Dome, bengkel Yamaha, UMM Press, Poliklinik serta SPBU yang berlokasi di depan kampus III.
Selain TRS yang akan menjadi unit usaha baru bagi UMM, lanjutnya, Rumah Sakit (RS) UMM yang berlokasi di Jalan Raya Tlogomas juga segera dioperasionalkan. Saat ini tinggal menunggu izin operasi saja, karena seluruh bangunan fisik, tenaga medis dan paramedis serta peralatan medisnya sudah siap.
"Dalam waktu dekat ini UMM juga akan membangun mall dengan tujuan selain untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus, juga sebagai tempat praktik bagi mahasiswa dalam menumbuhkan jiwa intrepreneurship," ujarnya, menambahkan.
Sebagai kampus wisata, kata Muhajjir, tentu desain kampus juga akan diseleraskan, sehingga UMM nantinya benar-benar memberikan kenyamanan bagi mahasiswa maupun seluruh civitas akademika.
Namun demikian, tegasnya, sebagai kampus unggulan yang telah beberapa kali menyabet gelar Anugerah Kampus Unggul (AKU), tentu akan bekerja lebih keras untuk meraih kualitas yang lebih bagus lagi, baik akademis maupun nonakademis.
"Dengan berbagai jenis usaha yang menopang keuangan, kami akan terus meningkatkan kualitas dan secara perlahan juga akan mewujudkan UMM sebagai universitas kelas dunia," ujarnya, menandaskan.(*) "
Hai!
Assalamua'laikum..
Aku Bunga..
Ini blog baru ku, dan pertama kalinya aku buat blog. Semoga Akan bermanfaat untuk yang lain..
Sebenarnya, Membuat blog ini jadi tantangan mendadak buat aku. Jadi, Saat ini aku telah menjadi mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Malang. Namun, karna kemauan pribadi dan motivasi orang tua, aku ingin tetap mencoba untuk mendapatkan Universitas Negeri. Sehingga sampai detik ini aku di tuntut untuk terus belajar. Nah, karna kelalaian ku, dan beban Universitas Negeri tersebut, aku jadi teledor dengan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan padat di Universitas Muhammadiyah Malang ini. (aaaaaaarrrgggghhhh)
Sebenarnya, sebelum mulai masa perkuliahan, ada beberapa kegiatan lain, yaitu P2KK (Program Pelatihan Kepribadian dan Kepemimpinan), tes TOEFL, Aplinet (aplikasi internet) dan keperpustakaan.
Tanggal 6 Juni lalu, aku sudah meninggal kan kegiatan P2KK yang tentunya akan sangan bermanfaat untukku. Aku harus meninggalkannya karna aku masih banyak les-les di Surabaya (hm, aku asli Surabaya). Namun aku akan ikut P2KK pada tanggal 19 Agustus untuk menggantinya.
Tanggal 17 Juni, ada jadwal tes TOEFL. Aku memutuskan bahwa kegiatan ini ga akan aku tunda lagi. Dan kebetulan hari itu bersebelahan dengan jari ujian ku di salah satu PTN di Malang, tanggal 18 Juni. Summpaaahh aku bersyukur harinya ga barengan! Rencananya aku, di antar bapakku, akan berangkat ke Malang tanggal 16. Tapi bapak ada halangan untuk pergi tanggal itu. Baru bisa peri tanggal 17. Aku cek lagi jadwal tes TOEFLku dengan harapan aku dapet kadwal siang. Tetapi...... "whaaaatssss? Jam tujuuuuu?" . (Hanya itu kata yang terucap) . Aku berencana berangkat tepat setelah selesai sahur, jam 4, agar tidak telat untuk test TOEFL. Huuufffft
Menjelang tes TOEFL, aku bertemu dengan teman baru. Namanya Evi, dari Sumbawa. Keren ga seh? Diem-diem aku jadi iri dengannya yang sudah tegar jauh dari orang tua. Nanti kalau aku sudah menetap di Malang, aku bakal nyontoh dia !
Perjuanganku di mulai pada saat aku dan evi ngobrol tentang kegiatan UMM ini. Dan aku baru tersadar kalau selama ini, aku sudah ketinggalan kegiatan. Hari ini hari Rabu. Dan Evi cerita padaku bahwa ada kegialan Aplinet yang sudah berjalan dari hari Senin lalu. Semua mahasiswa UMM harus mengikuti kegiatan ini dari hari Senin sampai hari Sabtu, dengan jam yang sudah di tentukan, dengan durasi 1 jam. Jujur saja aku kaget. Belum apa-apa uda bikin masalah sama diri sendiri. Astaghfirullah.. Dan lagi, tanggal 20 ada kegiatan keperpustakaan. Aku berfikir. Aku harus nginep lebih lama di Malang. Dan parahnya, karna aku (tadinya) hanya berencana nginap semalam, aku hanya bawa baju 2 pasang. (yakin nih buat 4 hari???)
Tenang guys.. Kalo masalah itu mah aku bisa jadi Tarzan dadakan. Ada lenyataan yang lebih pahit lagi..
Setelah tes TOEFL, aku memeriksa jadwal aplinetku di kantor ITC UMM. Dan aku dapat jam 12.50. Sambil menunggu, aku survey tempat tes yang besok akan aku laksanakan di PTN, lalu solat, baru aku ke UMM. Aku baru sadar aku ga bawa buku panduan aplinet. Aku berfikir apa fungsinya aku datang kalo ga bisa ngapa-ngapain tanpa buku itu??. Uda 2 kali bolos, sekali dateng ga bawa buku pula. Tapi Alhamdulillah, Allah uda ngatur semuanya. Aku dapat pinjeman buku dari Evi yang baik hati itu. Hehe meski aku kadi terlambat datang aplikom, karena Evi ga bisa keluar kosan sebelum Ibu Kos nya pulang dari belanja sayur.
Dengan modal buku panduan itu, aku pun masuk ke ruangan aplikom. Dan sumpah, bukunya ga ngaruh.. Karna aku sama sekali ga mgerti tentang apa yng di jelasin di depan. (ouch). Untungnya lagi, aku dapet temen baru yang namanya Eka. Dia ikut dari awal jadi aku bakal bisa tanya-tanya. Tetapi semua tak seindah yang kita pikirkan. Aku dan Eka sama-sama ga pahamnya. Kita pun muter-muter sendiri deh. Dan pikiran usilku berkata, Eka yang ngikutin dari awal aja ga paham gimana aku yang baru nongol? Telat pula? Buku pinjeman pula?.
Nah, kita (hampir) menuju inti dari apa yang aku ceritakan panjang lebar ini. Sabarrsabarr
Ternyata, yang namanya kegiatan aplinet itu ga se-sepele yang aku fikirkan. Aku kira hanya duduk, mendengarkan dengan manis. Tapi ternyata kita di suru bikin gmail dan blog. (oke lah, bikin gmail ga jadi masalah, tapi blog?). Jujur aja, aku ga suka utek,-utek internet kalo ga emang butuh! Aku ga tau dan ga tertarik sama yang namanya blog-blog-an. And do you know the worst? Aku dapet tugas bikin blog, dan deadlinenya BESOK jam 20.00. Aku cuma bisa mendelik ngeliatin komputer, yang aku ga paham apaan yang muncul disitu. Dan tugasnya ga cuma itu cuy! Minimal ada 3 artikel, yaitu artikel tentang UMM, perkembangan IT, dan perkembangan Ilmu Pengetahuan, yang minimal salah satunya pake bahasa Inggris. Daaaan, salah satu dari artikel itu dibikin power point minimal 8 slide. Itu semuaaaa kudu selesai besokkkk, sementara itu, aku harus belajar buat ujian PTN besoookkkk. Lengkap sudah (o_o)
Aku dan bapak drastis ubah planing. Aku langsung inden kamar rusunawa UMM, untuk penginapan yang di luarrencana itu. Yaitu hari kamis-jumat-minggu. Bapak pun bingun cari pinjeman laptop ke temen-temennya yang di Malang untuk aku ngerjain tugas aplikom. Dan aku baru inget kalo bapak punya iPad yang bisa di pake. Hufft.
Beginilah teman-teman. Aku haus mengatur siasat bagaimana caranya aku harus ngumpulin tugas tepat waktu, meraih nilai yang baik di tugas ini, belajar maksimal untuk ujian ku, dan menghemat 2 pasang baju yang bakal untuk 4 hari ini.
Baiklah. Mari kita ambil hikmah dari rentetan carita di atas..
1. Jangan sepelekan apapun. Karena justru itu yang bisa menjatuhkanmu
2. Carilah teman sebanyak mungkin, dimanapun dan kapanpun. Karena kita takakanbisa hidup tanpa kehadiran dan pertolongan orang lain.
3. Masalah untuk di hadapi, bukan di hindari. Larena masalah yang dihindari akan menimbulkan masalah baru.
4. Masalah itu tantangan! Bukan ritangan! (ngopi mottonya iklan produk. Hehe)
5. Cintai, sayangi, dan hargai kedua orang tua mu. Karna mereka lah yang paling pertama yang akan peduli pada kita saat kita kesusahan. (sekarang bapak lagi bubuk karena kecapean nganter aku kesana kemari, dan nungguin aku berkegiatan. Ga ngapa-ngapain lagi deh selain nganter dan nungguin aku!)
6. Pasrah, dan khuznudzonlah kepada Allah. Karna dengan itu, Allah akan memberika pertolongan-pertolongan kepada kita.
Saat ini aku akan berusaha menyelesaikan semua kewajiban ku sebaik mungkin. Aku juga berterimakasih kepada UMM, dengan kegiatannya ini, aku jadi belajar banyak hal, dan menuju proses pendewasaan. Kita liat aja ntar gimana hasilnya blog ku, power pointku, dan ujian ku..
Sekian, semoga bermanfaat. Wassaalamu'alaikum..
Aku Bunga..
Ini blog baru ku, dan pertama kalinya aku buat blog. Semoga Akan bermanfaat untuk yang lain..
Sebenarnya, Membuat blog ini jadi tantangan mendadak buat aku. Jadi, Saat ini aku telah menjadi mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Malang. Namun, karna kemauan pribadi dan motivasi orang tua, aku ingin tetap mencoba untuk mendapatkan Universitas Negeri. Sehingga sampai detik ini aku di tuntut untuk terus belajar. Nah, karna kelalaian ku, dan beban Universitas Negeri tersebut, aku jadi teledor dengan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan padat di Universitas Muhammadiyah Malang ini. (aaaaaaarrrgggghhhh)
Sebenarnya, sebelum mulai masa perkuliahan, ada beberapa kegiatan lain, yaitu P2KK (Program Pelatihan Kepribadian dan Kepemimpinan), tes TOEFL, Aplinet (aplikasi internet) dan keperpustakaan.
Tanggal 6 Juni lalu, aku sudah meninggal kan kegiatan P2KK yang tentunya akan sangan bermanfaat untukku. Aku harus meninggalkannya karna aku masih banyak les-les di Surabaya (hm, aku asli Surabaya). Namun aku akan ikut P2KK pada tanggal 19 Agustus untuk menggantinya.
Tanggal 17 Juni, ada jadwal tes TOEFL. Aku memutuskan bahwa kegiatan ini ga akan aku tunda lagi. Dan kebetulan hari itu bersebelahan dengan jari ujian ku di salah satu PTN di Malang, tanggal 18 Juni. Summpaaahh aku bersyukur harinya ga barengan! Rencananya aku, di antar bapakku, akan berangkat ke Malang tanggal 16. Tapi bapak ada halangan untuk pergi tanggal itu. Baru bisa peri tanggal 17. Aku cek lagi jadwal tes TOEFLku dengan harapan aku dapet kadwal siang. Tetapi...... "whaaaatssss? Jam tujuuuuu?" . (Hanya itu kata yang terucap) . Aku berencana berangkat tepat setelah selesai sahur, jam 4, agar tidak telat untuk test TOEFL. Huuufffft
Menjelang tes TOEFL, aku bertemu dengan teman baru. Namanya Evi, dari Sumbawa. Keren ga seh? Diem-diem aku jadi iri dengannya yang sudah tegar jauh dari orang tua. Nanti kalau aku sudah menetap di Malang, aku bakal nyontoh dia !
Perjuanganku di mulai pada saat aku dan evi ngobrol tentang kegiatan UMM ini. Dan aku baru tersadar kalau selama ini, aku sudah ketinggalan kegiatan. Hari ini hari Rabu. Dan Evi cerita padaku bahwa ada kegialan Aplinet yang sudah berjalan dari hari Senin lalu. Semua mahasiswa UMM harus mengikuti kegiatan ini dari hari Senin sampai hari Sabtu, dengan jam yang sudah di tentukan, dengan durasi 1 jam. Jujur saja aku kaget. Belum apa-apa uda bikin masalah sama diri sendiri. Astaghfirullah.. Dan lagi, tanggal 20 ada kegiatan keperpustakaan. Aku berfikir. Aku harus nginep lebih lama di Malang. Dan parahnya, karna aku (tadinya) hanya berencana nginap semalam, aku hanya bawa baju 2 pasang. (yakin nih buat 4 hari???)
Tenang guys.. Kalo masalah itu mah aku bisa jadi Tarzan dadakan. Ada lenyataan yang lebih pahit lagi..
Setelah tes TOEFL, aku memeriksa jadwal aplinetku di kantor ITC UMM. Dan aku dapat jam 12.50. Sambil menunggu, aku survey tempat tes yang besok akan aku laksanakan di PTN, lalu solat, baru aku ke UMM. Aku baru sadar aku ga bawa buku panduan aplinet. Aku berfikir apa fungsinya aku datang kalo ga bisa ngapa-ngapain tanpa buku itu??. Uda 2 kali bolos, sekali dateng ga bawa buku pula. Tapi Alhamdulillah, Allah uda ngatur semuanya. Aku dapat pinjeman buku dari Evi yang baik hati itu. Hehe meski aku kadi terlambat datang aplikom, karena Evi ga bisa keluar kosan sebelum Ibu Kos nya pulang dari belanja sayur.
Dengan modal buku panduan itu, aku pun masuk ke ruangan aplikom. Dan sumpah, bukunya ga ngaruh.. Karna aku sama sekali ga mgerti tentang apa yng di jelasin di depan. (ouch). Untungnya lagi, aku dapet temen baru yang namanya Eka. Dia ikut dari awal jadi aku bakal bisa tanya-tanya. Tetapi semua tak seindah yang kita pikirkan. Aku dan Eka sama-sama ga pahamnya. Kita pun muter-muter sendiri deh. Dan pikiran usilku berkata, Eka yang ngikutin dari awal aja ga paham gimana aku yang baru nongol? Telat pula? Buku pinjeman pula?.
Nah, kita (hampir) menuju inti dari apa yang aku ceritakan panjang lebar ini. Sabarrsabarr
Ternyata, yang namanya kegiatan aplinet itu ga se-sepele yang aku fikirkan. Aku kira hanya duduk, mendengarkan dengan manis. Tapi ternyata kita di suru bikin gmail dan blog. (oke lah, bikin gmail ga jadi masalah, tapi blog?). Jujur aja, aku ga suka utek,-utek internet kalo ga emang butuh! Aku ga tau dan ga tertarik sama yang namanya blog-blog-an. And do you know the worst? Aku dapet tugas bikin blog, dan deadlinenya BESOK jam 20.00. Aku cuma bisa mendelik ngeliatin komputer, yang aku ga paham apaan yang muncul disitu. Dan tugasnya ga cuma itu cuy! Minimal ada 3 artikel, yaitu artikel tentang UMM, perkembangan IT, dan perkembangan Ilmu Pengetahuan, yang minimal salah satunya pake bahasa Inggris. Daaaan, salah satu dari artikel itu dibikin power point minimal 8 slide. Itu semuaaaa kudu selesai besokkkk, sementara itu, aku harus belajar buat ujian PTN besoookkkk. Lengkap sudah (o_o)
Aku dan bapak drastis ubah planing. Aku langsung inden kamar rusunawa UMM, untuk penginapan yang di luarrencana itu. Yaitu hari kamis-jumat-minggu. Bapak pun bingun cari pinjeman laptop ke temen-temennya yang di Malang untuk aku ngerjain tugas aplikom. Dan aku baru inget kalo bapak punya iPad yang bisa di pake. Hufft.
Beginilah teman-teman. Aku haus mengatur siasat bagaimana caranya aku harus ngumpulin tugas tepat waktu, meraih nilai yang baik di tugas ini, belajar maksimal untuk ujian ku, dan menghemat 2 pasang baju yang bakal untuk 4 hari ini.
Baiklah. Mari kita ambil hikmah dari rentetan carita di atas..
1. Jangan sepelekan apapun. Karena justru itu yang bisa menjatuhkanmu
2. Carilah teman sebanyak mungkin, dimanapun dan kapanpun. Karena kita takakanbisa hidup tanpa kehadiran dan pertolongan orang lain.
3. Masalah untuk di hadapi, bukan di hindari. Larena masalah yang dihindari akan menimbulkan masalah baru.
4. Masalah itu tantangan! Bukan ritangan! (ngopi mottonya iklan produk. Hehe)
5. Cintai, sayangi, dan hargai kedua orang tua mu. Karna mereka lah yang paling pertama yang akan peduli pada kita saat kita kesusahan. (sekarang bapak lagi bubuk karena kecapean nganter aku kesana kemari, dan nungguin aku berkegiatan. Ga ngapa-ngapain lagi deh selain nganter dan nungguin aku!)
6. Pasrah, dan khuznudzonlah kepada Allah. Karna dengan itu, Allah akan memberika pertolongan-pertolongan kepada kita.
Saat ini aku akan berusaha menyelesaikan semua kewajiban ku sebaik mungkin. Aku juga berterimakasih kepada UMM, dengan kegiatannya ini, aku jadi belajar banyak hal, dan menuju proses pendewasaan. Kita liat aja ntar gimana hasilnya blog ku, power pointku, dan ujian ku..
Sekian, semoga bermanfaat. Wassaalamu'alaikum..
Langganan:
Postingan (Atom)